Home » Berita Media » Rumah Boneka, Cerita tentang Pernikahan
Sebuah gubahan atas A Doll’s House karya Henrik Ibsen

Rumah Boneka, Cerita tentang Pernikahan
Sebuah gubahan atas A Doll’s House karya Henrik Ibsen

VIVAnews – Satu lagi seni teater yang akan mencuri perhatian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta. Berjudul Rumah Boneka, seni teater yang akan segera dinikmati pada 30 November hingga 4 Desember 2011 di Gedung Kesenian Jakarta ini merupakan hasil kolaborasi internasional antara seniman, aktor dan akademisi Jakarta, Bandung, Oslo, dan New York. 

Ceritanya saja merupakan hasil adaptasi dari naskah drama realis karya penulis drama asal Norwegia, Henrik Ibsen, yang berjudul A Doll’s House. Naskah drama ini pertama kali ditulis pada tahun 1879, dan menjadi naskah drama Ibsen yang paling terkenal. Bahkan, hingga kini masih dimainkan di berbagai negara.

“Naskah ini masih terus dimainkan di panggung internasional,” ujar Faiza Mardzoeki, penggagas teater  Rumah Boneka. “Bahkan, merupakan naskah nomor 2 di belakang karya Shakespeare yang masih dimainkan.”

Meski  berasal dari negara barat, tak berarti ceritanya tidak relevan dengan fenomena masyarakat Indonesia. Menurut Faiza, karya Ibsen ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Itulah mengapa ia berani menerjemahkan A Doll’s House menjadi seni teater yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

“Ceritanya tentang pernikahan di mana masyarakat Indonesia selalu beranggapan bahwa pernikahan adalah tujuan akhir dari kehidupan.”

Kalau belum menikah, ditambahkannya, selalu ada desakan agar segera menikah dan mengakibatkan kecerobohan dalam mengambil keputusan. “Inilah yang akan coba kami angkat.”

Pada drama teater ini akan diceritakan kehidupan pernikahan Nora, yang akan diperankan oleh Maya Hasan dan Chantal Della Concetta. Uniknya, baik Maya Hasan dan Chantal yang akan memerankan Nora secara bergantian, tidak memiliki pengalaman dalan dunia seni peran. Namun, hal ini bukanlah sebuah masalah.

Sutradara Wawan Sofwan bahkan optimistis keduanya mampu memerankan tokoh Nora dengan baik. “Saya selalu menanamkan kepada para pemain untuk tidak meremehkan latihan. Dengan latihan yang baik maka hasilnya pun akan baik.”

Selain diperankan oleh Maya Hasan dan Chantal Della Concetta, teater ini pun akan diperankan oleh Ayu Dyah Pasha, Ayez Kassar, Teuku Rifnu Wikana, Willem Bavers, Pipien Putri, Aji Santosa, dan Venessa Berylia Nareswari.

Source :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *