Home » People » Maya Hasan

Maya Hasan


Notice: Undefined index: tie_hide_meta in /home/ungu0703/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

mayahasanMaya Hasan yang memiliki nama lengkap Maya Christina Worotikan Hasan adalah musisi, pemain Harpa terkemuka Indonesia. Ia juga mulai merambah dunia film dan teater.

Dalam teater “Rumah Boneka” terjemahan dan adaptasi dari naskah drama realis asal Norwegia paling terkenal, Henrik Ibsen, (Produksi Institut Ungu dan Pentas Indonesia (2011) Maya didapuk sebegai pemeran utama, NORA, karakter yang sangat menantang keaktorannya.

Maya juga pernah terlibat di “Panggung untuk Perempuan” (tahun 2010) bersama 3 sutradara perempuan lainnya membuat pertunjukan teater di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Ia belajar Harpa dari Heidy Awuy dan di Willametter University mengambil jurusan Harp Performance. Selama menuntut ilmu, Maya juga tergabung dalam The Salem Chambers Orchestra, Salem, Oregon, Amerika Serikat. Maya juga sempat mendapat beberapa penghargaan seperti The Music Talent Award, The Stannus Music Award, The Violet Burlingham M.P.E. Award, Perempuan Pilihan Metro TV dan Indonesia Tattler Society

Sekembalinya ke Indonesia, Maya kerap diundang tampil bersama dengan beberapa orkestra musik klasik seperti Nusantara Chamber Orchestra, Twilite Orchestra, Malaysia Philharmonic Orchestra, Surabaya Symphony Orchestra, Erwin Gutawa Orchstra, dan The World Harp Ensemble bersama empat harpis dari Kanada, Jepang, Puerto Rico dan Amerika Serikat.

Nama Maya mulai melejit kala mengisi “Kasih Tak Sampai” di album Sesuatu Yang Tertunda (2001) milik grup musik Padi

Maya juga pernah terlibat dalam pentas teater EKI Produciton memainkan lagu “Harp For Sale” yang masuk dalam album Gallery of Kisses (2002). Maya juga pernah sibuk melatih anak-anak dalam pementasan seni berjudul Bajak Laut Pulau Boli Boli.

Tahun 2006 Maya bermain film layar lebar, Koper garapan Richard Oh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *